chikita fawzi

Just another Blogdetik.com weblog

23rd Agustus 2011

“Terimakasih BMT Beringharjo & Radar Yogyakarta Telah Baik pada Marissa Haque Ibuku: Chikita Fawzi”

Tupoksi BMT Memotong Laju Rentenir

hanum-amin-rais-becak-mursida-rambe-marissa-haque-bmt-beringharjo1JOGJA- Pinjaman kredit menjadi idola pelaku usaha. Terutama bagi pedagang pasar tradisional. Hanya saja, saat ini masih saja ditemui pedagang yang lari ke rentenir untuk mendapat pinjaman uang di bawah Rp 1 juta. Memang awalnya, prosedur mendapatkan dana tersebut mudah. Namun ujung-ujungnya, bunga yang diterapkan akan membelit dan merugikan pedagang bersangkutan.

“Peran koperasi, termasuk BMT (Baitul Maal wa Tamwil) sangat penting  untuk memotong laju rentenir,” kata Marissa Haque Fawzi, Duta BMT saat mempresentasikan hasil kajiannya di Kantor Pusat BMT Beringharjo, kemarin (19/8).

Lebih lanjut, dari data yang dimiliki Marissa, saat ini sebagian besar memang menuju koperasi dalam mendapatkan pinjaman uang di bawah Rp 1 juta. Jika dipersentasekan sekitar 45,5 persen. Sedangkan 36,4 persen lari ke saudara, dan 13,6 persen ke tetangga untuk mencari pinjaman cepat. Selebihnya, 4,5 persen pinjam ke sesama pedagang.
hanum-amin-rais-bmt-beringharjo-yogyakarta-mas-rury-marissa-haque
“Nah, yang persentase terkecil itu diduga sebagai rentenir. Peran BMT yang merupakan koperasi syariah, mengambil target market ke masyarakat yang belum mempercayakan koperasi sebagai tujuan pinjaman kreditnya,” paparnya.

Menurut Marissa, BMT merupakan wajah Indonesia di masa mendatang. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia berada di level usaha kecil dan menengah. Biasanya mereka mengajukan pinjaman tidak sampai ratusan juta layaknya pengusaha besar. Sedangkan untuk mendatangi perbankan, mereka membutuhkan total cost yang besar pula. Maka, keberadaan BMT menjadi satu pilihan bagi masyarakat.

“BMT tidak sama dengan perbankan. Ini merupakan satu keuntungan sekaligus satu kendala. Keberadaan BMT tidak mengikuti Peraturan Bank Indonesia (PBI), sehingga aturan mengenai ekonomi syariah ini belum sepenuhnya diatur. Maka diperlukan satu regulasi yang jelas kedepannya,” katanya istri Ikang Fawzi ini. (ila)

“Marissa Haque Fawzi: Alhamdulillah Nilai “A” Bulat untuk Ujian Sidang MBA ku dari FEB UGM”

posted in Education, Graduation, My Family Story | 0 Comments

13th Agustus 2011

“Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

ikang-fawzi-gonzales-marissa-haque-eva-siregar-golzales-isabela-fawziLiputan6.com, Jakarta:

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/foto/ketika-p…

Diam-diam istri pesepakbola nasional Christian Gonzales, Eva Gonzales, mengagumi pasangan artis senior Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Eva pun mengundang artis idolanya itu untuk menghadiri acara ulang tahun putri pertamanya, Amanda Gonzales, yang ke-17. Eva mengaku tidak menyangka jika pasangan yang kini lebih aktif bergelut di dunia politik itu mau hadir di pesta ulang tahun anaknya.

“Ini idola saya sama suami saya. Ini bener-bener reunian dari saya kecil mereka bener-bener udah di langit. Jadi mana mungkin kenal sama saya,” puji Eva Gonzales kepada pasangan yang kini masih tampak mesra, seperti ditayangkan Status Selebritis di SCTV, Sabtu (13/8).

Ternyata, Ikang dan Marissa juga nge-fans dengan perfoma Christian Gonzales di lapangan. Baik Ikang maupun Marissa pun ikut memuji idolanya itu. “Kita tuh seneng banget sama Christian Gonzales apalagi waktu kemaren membela Indonesia. Di saat Indonesia tengah lesuh, Gonzales mampu mengangkat kembali nama timnas Indonesia,” puji pria yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi.(APY/ANS)

“Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

posted in My Family Story | 3 Comments

12th Juli 2011

Bangganya… Sama Ayah Ikang Tercinta: Chikita Fawzi

Ikang Fawzi is Back!

Ikang-Fawzi-Anggie-BI

YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.

“Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi,” bilang Ikang saat menggelar konser “Go Clean” di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.

Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.

marissa-haque-ikang-fawzi-soraya-haque-ekki-soekarno-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-adhi-madura-dalam-musik-sawah-bersama-bil-7-juli-20111“Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio,” beber Ikang.

Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis singel berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-mu…

posted in Malaysia My Second Home, Music World, My Family Story | 0 Comments

10th Juli 2011

Seru Tulisan Ibuku Marissa Haque Soal Monopoli Distribusi Film Indonesia 2011: Chikita Fawzi

“Penarikan Film Asing Pemerintah Minta KPPU Investigasi Distribusi Film Impor: tribunnews.com dalam Marissa Haque Fawzi”

Kenangan membuat paper dari Kelas Ibu Dr. Maria Tri, FH UGM, Juni 2011

Sumber: http://www.tribunnews.com/2011/02/20/pemerintah-minta-kppu-investigasi-distribusi-film-impor

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

 Tribunnews.com dari Jakarta, Minggu (20/02/2011).

“Banyak masalah persaingan usaha ini yang perlu kita benahin agar surplus ekonomi masyarakat jangan terdistorsi terus,” kata Edy Putra.

Diberitakan sebelumnya, Motion Picture Associated (MPA) mewakili sejumlah perusahan film asing sudah resmi menarik semua film asing yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia.

Ini menyusul keputusan pemerintah melalui Ditjen Bea dan Cukai serta BKF Kementerian Keuangan yang memberlakukan ketentuan bea masuk atas hak distribusi film impor (asing)

Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor disebutkan bea masuk film sebesar 5-15 persen dimana dalam aturan ini dibedakan antara tarif berdasarkan jenis, ukuran, serta bahan film impor.

Pemerintah, menurut Edy Putra, menegaskan kebijakan bea masuk (BM) bagi film impor tetap akan diberlakukan.

“Kebijakan BM itu sudah tepat, baik dari sisi mendorong industri film nasional, maupun revenue,” kata Edy Putra.

Dia mengatakan, sebelum keluar aturan itu sudah dikaji melibatkan banyak stakholders. “Jadi soal BM ini, nggak perlu dipermasalahkan, tetap aja dilaksanakan,” kata dia.

Kendati demikian, dia menegaskan perlu juga dilakukan audit investigasi mulai dari pungutan-pungutan seperti bea masuk, PPN (pajak pertambahan nilai), dan pajak penghasilan (PPh) impornya, pajak tontonan (hak pemda), PPH badan importir dan pengusaha bioskop, dan sebagainya.

“Seru Tulisan Ibuku Marissa Haque Soal Monopoli Distribusi Film Indonesia 2011: Chikita Fawzi”
Penulis: Hasanuddin Aco  |   Editor: Anwar Sadat Guna

posted in My Family Story | 0 Comments

3rd Juli 2011

Ibuku Marissa Haque Memaafkan Kejahatan Politik-hukum Andi Nurpati: Chikita Fawzi

Dari Salah Satu Blog-nya Ibu Icha ku…

“Kesungguhan Jendral Purn Azhari Mantan BAIS: Marissa Haque Fawzi”

terimakasih-banyak-prof-mahfud-md-jendral-purn-azhari-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi
Ya Allah Ya Rob…lindungilah ‘Bapakku’ Pak Jendral Purn Azhari Mantan Kepala BAIS, dari Partai HANURA

Semoga beliau beserta seluruh keluarganya diberikan panjang umur serta sehat wal’afiat

Dan berikanlah kemabali “HAK” nya yang telah dirampas paksa dari yang diduga Ibu Hajjah Andi Nurpati oknum KPU Pusat untuk duduk sebagai anggota legislatif 2009-2014 ini Ya Allah…

Tunjukkalahn kebenaran-Mu adalah YANG BENAR dan YANG HAK adalah Al-Haq Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiiim…ud’uuni astajub lakuum…

Aaaaamiiinnn…

terimakasih-tv-one-juli-2011-jendral-purn-azhari-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi

“Marissa Haque Istriku Memaafkan Kejahatan Andi Nurpati: Ikang Fawzi”

posted in My Family Story | 1 Comment

15th Juni 2011

Ibuku Marissa Haque Duta LP3I & Penulis Buku bersama Ikang Fawzi Ayahku

Ikang Fawzi Bikin Buku Properti dan Hiburan
Tribun Timur - Jumat, 11 Maret 2011 00:18 WITA
marissa-haque-fawzi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Penyanyi rock Ikang Fawzi mengaku sedang menggarap buku Propertitainment yaitu tentang properti dan entertainment, sesuai dengan usaha yang sedang digelutinya sekarang. Buku ini digarapnya bersama dengan istrinya, Marissa Haque.”Dalam waktu dekat saya berencana meluncurkan buku tentang proses kreatif Mas Ikang dalam bermusik. Sebelumnya saya menulis buku berjudul Bahasa Kasih tentang pengajaran bahasa Inggris Bagi Tuna Rungu dan Aminah tentang anak-anak dan lingkungan hidup,” ungkap Marissa yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten.

Marissa datang ke Makassar sebagai Duta LP3I. Selama di Makassar, Marissa berpromosi tentang LP3I dan tuntutan zaman yang membutuhkan tenaga kerja yang andal. Menemani Marissa, Ikang juga mengunjungi Trans Studio Theme Park.marissa-haque-inspirasi-dari-medan-lp3i-ikang-fawzi

Dalam kunjungannya ke Trans Studio, Ikang sempat malantunkan dua lagu yang berjudul It’s My Life yang dipopulerkan Bon Jovy dan Munajat Cinta yang dipopulerkan The Rock. Ikang juga memiliki hubungan keluarga dengan Ishadi SK, salah satu pengelola Trans Corp.(*)

Penulis : Edi Sumardi
Editor : Amir Pallawarukka

posted in Tak Berkategori | 0 Comments

15th Juni 2011

Ayah Ikang Fawzi Juga Berdarah Mandar: TRIBUN-TIMUR.COM (Makassar)


Tribun Timur - Jumat, 11 Maret 2011 00:16 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -

Penyanyi rock Ikang Fawzi ternyata memiliki darah Mandar. Ayahnya Fauzi Abdul Rani yang juga mantan Duta Besar RI untuk Pakistan adalah pria asal Sulawesi Barat namun sejak kecil menetap di Kalimantan.

Suami Marissa Haque itu mengungkapkan hal ini kepada Tribun saat ia mengunjungi wahana permainan Trans Studio Makassar.

“Kalau ke Sulawesi itu serasa pulang kampung, soalnya ayah saya itu orang Sulawesi Barat. Dia suku Mandar. Saya juga akhirnya banyak tahu tentang Mandar,” kata Ikang didampingi Marissa Haque.

Politisi Partai Amanat Nasional ini juga menggarap album yang rencananya diluncurkan di Liquid Cafe Grand Clarion Hotel and Convention dalam waktu dekat. Nama albumnya ini BIL dan salah satu judul lagunya Hancur.

“Tema album saya ini sosial. Judul lagu Hancur itu untuk menggambarkan rakyat yang sudah hancur hatinya karena terus dijanji pemerintah,” jelasnya.

Untuk produksi dan distribusi album ini, pengurus Kamar Dagang dan Industri ini berencana menggandeng toko buku terbesar di Indonesia, Gramedia.

Penulis : Edi Sumardi

Editor : Amir Pallawarukka

Sumber(1): http://marissa-haque-dan-ikang-fawzi.blogspot.com/

Sumber(2): http://makassar.tribunnews.com/2011/03/11/ikang-fawzi-mengaku-berdarah-mandar


posted in MMU, Malaysia My Second Home, My Family Story | 0 Comments

10th Juni 2011

Analogi Keimanan dalam Komentar Marissa Haque Ibuku: Chikita Fawzi di Ipoh, M’sia

Ikan Laut Tak Selalu Ikan Asin

mcu-of-marissa-haque-duta-mes-buku-syakir-sula-marketing-bahlul13Tulisan Lama Ibuku Marissa Haque untuk Sekjennya di MES (Masyarakat Ekonomi Syariah)

Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat
dan salah seorang Guru Ekonomi Syariahku Mas Syakir Sula yang saya ibaratkan sebagai ikan berenang dilaut namun tidak serta merta menjadi ikan asin.

Marketing Bahlul, demikian nama judul dari sebuah buku saku hasil karya Mas Syakir Sula yang terakhir terbitan Raja Grafindo Persada pada akhir tahun 2008 lalu. Rasanya tak berlebihan bila saya menganjurkan para pembaca blog saya kali ini untuk dapat memilikinya dijaringan toko buku terdekat dimanapun anda berada diseluruh Indonesia. Kenapa saya ingin sekali anda sekalian membaca buku setebal 370 halaman ini? Pertimbangan saya antara lain adalah sebagai berikut:
Pertama, ketika dunia dimana kita bertempat tinggal sekarang ini sudah terasa sangat bergetah, diantara rasa keputus asaan tempat bergantung satu-satunya hanyalah kepada The One and The All Mighty semata, Allah SWT Jalal Jalalu; Kedua, disaat kita sangat bersedih ternyata sebenarnya kita tidak pernah benar-benar sendirian karena ada Allah SWT bersama kita dan bekerja melalui ion-ion diudara yang merupakan kamera-Nya. Dan Ia lebih dekat dari urat leher kita; Ketiga, didalam menjalani kehidupan ini menjadi khalifatullah, kita tidak harus terjerumus kedalam sebuah sistem maksiat yang sangat jelas dilarang didalam Al Quran dan dijelaskan didalam Al Hadist. Buku berjudul ”Marketing Bahlul” tersebut diatas mengajarkan memberi penjelasan tanpa mengajari kita bagaimana ibarat ikan berenang didalam lautan tapi tidak harus menjadi ikan asin yang tergarami oleh asinnya air laut.
Diminta untuk menjadi salah seorang endorser pada halaman belakang buku tersebut sekaligus menjadi salah seorang pembicara utama bersanding dengan para Kekasih Allah penggerak Sistem Ekonomi Syariah sekelas Mas Adiwarman, membuat saya full konsentrasi menjalankan fungsi sebagai Duta MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) didalam menjelaskan kebaikan Islam rahmatan lil alamin.

Islamophobia dinegeri barat memberikan peluang bagi ummat Islam untuk menunjukkan bahwa bukan seperti itu image negatif yang diajarkan untuk kita semua ummat Islam diseluruh dunia. Rasa keterpanggilan yang tinggi membuat saya yang terlahir sebagai Islam karena dilahirkan dari kedua orang tua yang Islam mencari makna hakiki Islam sebanyak-banyaknya. Berlalunya usia seakan sedang lari sprint dan marathon, membuat semangat saya seakan tidak ingin terkalahkan oleh usia didalam mengejar ilmu Allah yang diturunkan melalui wahyu terakhir kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Didalam kegigihan mencari ilmu Allah sebanyak-banyaknya inilah saya dipertemukan-Nya dengan pada Kekasih-Nya yang lain. Ibarat ketok bambu permainan desa disaat saya masih tinggal di Palembang Sumatra Selatan saat kecil dulu, dari mulut kemulut pertalian silaturahim ini menjadi semakin panjang saja barisannya. Tentu rasa bahagia mendalam serta rasa syukur tak berkesudahan menjadi semakin sering terucapkan. Rasanya Allah SWT tak kepalang tanggung didalam mengijabah doa ummat yang aniaya seperti saya ini. Karena beberapa kepercayaan terkait dengan gerakan sosialisasi ekonomi syariah ini kemudian berkembang luas menjadi persaudaraan sejati didalam Islamic Brotherhood dan Sisterhood di Indonesia. Didalam gambar diatas juga tampak Ratih Sanggarwati yang turut terundang untuk semakin memperluas ikatan persaudaraan syariah ini.

Membahas isi dari buku Mas Syakir Sula Marketing Bahlul, berisi bagaimana sebagai bussines person dikota besar seperti Jakarta dapat melakukan kegiatan marketingnya tanpa harus terjebak dengan langkah-langkah maksiat yang selama ini dikenal sebagai bisnis bukan sekedar uang belaka namun termasuk servis maksiat didalamnya. Metode yang dipakai Mas Syakir adalah metode PAR (Participatory Action Research), dimana sang penulis terlibat aktif didalamnya. Bila dalam metode PRA sebelum ini periset terlibat sebagai salah seorang pelakunya, maka hebatnya Mas Syakir mampu memberi jarak melibatkan diri tanpa harus menjadi terlibat. Luar biasa!

Cerita demi cerita seakan tak mampu saya tahan untuk bersegera diselesaikan. Buku tebal sedang tersebut habis saya lahap didalam dua hari saja, alhamdulillah. Pendekatan undercover terasa gurih dan crispy seperti renyahnya keripik singkong buatan Kota Cimahi, Jabar 1 (Dapil Pileg saya dari PPP) yang menemani saya sembari membaca buku tersebut. Hanya saja ada yang sedikit menggangu ketika tokoh-tokoh didalamnya kenapa ada yang harus disertakan initial namanya, sehingga saya khawatir bila kelak Mas Syakir Sula harus berhadapan dengan gugatan delik pidana pencemaran nama baik dalam Pasal 310 dan 311 KUHP terkait dengan pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan. Namun semoga saja tidak terjadi, karena siapa juga kan yang faham dengan kehidupan dunia papan atas yang eksklusif berikut para pelakunya selama ini? Apalagi didalam buku tersebut banyak diselingi humor ringan namun sangat menggelitik, sehingga kita sebagai pembaca tidak merasa digurui.

Selamat berkarya lagi dalam waktu dekat wahai Kekasih Allah Mas Syakir Sula saudaraku… All the best ya? Allahu Akbar!

Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com

posted in MMU, My Family Story | 1 Comment

28th Mei 2011

Kasihan Ibuku Marissa Haque Dibilang Keturunan yahudi: Chikita Fawzi

Lucu Juga! (Berbalas ‘Pantun’ untuk Fitnah di detik.com tentang Keturunan Yahudi *)

“Terimakasih Perancis untuk Bentuk Leher dan Hidungku: Marissa Haque”

Terimakasih Perancis…terimakasih …

Ya Allah… kelu terasa lidah ini kala seorang sahabat almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh dari PKS suatu saat di Komisi 8 DPR RI saat lalu mengingatkan kepadaku, sebagai berikut: “… mbak Icha…Hai Ukhti Marissa Haque…pernahkah kamu sadari bahwa bentuk leher jenjangmu itu, serta bentuk cuping hidung mu itu adalah anugerah luar biasa dari Allah Azza wa Jalla melalui nenek Perancis-Belanda-mu kepadamu agar kamu mampu bersyukur. Bahwa semuanya hanyalah titipan-Nya semata, tidak lebih! Serta janganlah kau bersombong oleh karenanya…”

Ya Allah aku ingin selalu bersyukur setiap detik… I love Thee every second…
Allahu Akbar!

Memang … saya sering diledek oleh oknum tertentu kalau suara saya tak merdu serta tak mampu bernyanyi. Hehe…biarlah… walau sebenarnya, saya memang sangat ingin mampu bernyanyi sebagaimana halnya Ikang Fawzi suamiku, Bella dan Kiki kedua anak-anakku, atau kerabat lain yang dekat di hati.  Namun tentu, tak bisa bernyanyi bukan berarti dunia berhenti berputar! Juga tak lantas membuatku bersedih. Karena bukan rezekiku dan menerima takdir bahwa Allah SWT ternyata memang tidak menitipi bakat bernyanyi untukku. Not a big deal-lah! Namun apapun yang dititipkan-Nya serta yang embeded (melekat) dalam diri ini sselamanya akan menjadi ‘penanda’ bagi seluruh kehidupanku. Alhamdulillaaaaaah… selalu kusyukuri setiap detiknya dengan sepenuh jiwa raga.

Terimakasih Ya Allah… Terimakasih Perancis Terimakasih Papa dan Mama, terimakasih Opa dan Oma, terimakasih Eyang Kakung dan Eyang Putri… matur nuwun sanget nggihjazakumullah khoir… mercy beaucoup…

Oma Charlotte…Opa Sirajul… I will see both of you one day.

Papa Allen… I owe you and I miss you so much… terimakasih untuk darah India (Islam), dari Opa Sirajul Haque dan  darah Belanda-Perancis (Katolik cum Mu’alaf Islam) dari Oma Charlotte Louis Poittier yang mengalir melaluimu. Juga darah Jawa-timuran (Madura) dari Mama Mieke. Nama Islam Papa Allen yang tertulis sebagai Misbah Ul Haque sangat indah, dan kata Pak Ustad Rodzi di Malang, Jatim bermakna lampu terang yang menerangi hak! Tak heran Pa…kalau dalam hidup saya selalu ingin menerangi banyak sudut gelap dalam hidup ini. Allahu Akbar!

Luv u full Pa… Ma…

dan

* Yang bukan-bukan saja bagi mereka yang iseng melempar isu tersebut. Patut diduga bahwa mereka kelebihan waktu (mungkin juga  pengangguran), sampai tega mengatakan saya keturunan Yahudi… masya Allah…
Namun saya memaafkan anda! Semoga tulisan mini-ringan ini dapat menerangi anda saudaraku… istighfar segera ya kalau anda seorang Muslim! > (berita didapatlan di: http://forum.detik.com/showthread.php?p=13284413)

posted in Malaysia My Second Home, My Family Story | 0 Comments

10th April 2011

Ibu Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi Setuju Musik Masuk Kurikulum

Jum’at, 04 Maret 2011 17:15 wib

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/03/0…

SURABAYA- Kondisi pelajaran musik di sekolah dasar hingga menengah atas kian memprihatinkan. Bahkan pola-pola pembelajaran terkesan monoton sehingga siswa tidak memahami musik secara pasti. Pelajaran musik di Indonesia hanya sebatas teori saja.

Hal itu disampaikan Ketua Music Teacher Association of Indonesia (MTAoI) Ivon Maria Pek Pien. “Pelajaran musik di Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding luar negeri. Oleh karena itu, melalui MTAoI ini akan diperjuangkan agar terwujudnya kurikulum musik skala nasional,” kata Ivon di sela-sela acara Open Piano Competition The 11th Galaxy International di Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jum’at (4/3/2011).

Dia menambahkan, di Indonesia, sekolah musik selalu dicampurkan dengan sekolah umum. Beberapa siswa selalu dibebani dengan pelajaran musik yang hanya teori saja. MTAoI berencana menggulirkan kurikulum bagi perkembangan musik di Indonesia, yakni bagaimana menanamkan musik secara benar sejak dini. Kemudian, ketika siswa beranjak dewasa dapat menerapkan musik tanpa harus les privat lagi.

Ivon mengkritik, Indonesia tidak memiliki konservatorium, sebuah wadah untuk mencari bakat-bakat musisi. Di luar negeri, seperti di New York dan Eropa, konservatorium ini sudah melembaga. “Kabarnya sih akan ada pembangunan konservatorium di Indonesia. Sayangnya yang mendanai bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Belanda bekerja sama dengan kampus Widya Mandala Surabaya,” ungkapnya. (rfa)(rhs)

posted in Film Animation, MMU, Malaysia My Second Home, Music World, My Family Story | 0 Comments